Pesanan pembelian dan surat pesanan
Pesanan pembelian adalah rencana: daftar barang yang hendak dipesan ke pemasok, sebelum barang maupun fakturnya ada. Ia berdiri sendiri, terpisah dari faktur pembelian, sehingga pesanan yang batal tidak meninggalkan pembelian setengah jadi di pembukuan.
Untuk golongan barang yang memerlukannya, pesanan dapat diterbitkan sebagai surat pesanan bernomor yang dapat dicetak — dokumen tersendiri dengan penomorannya sendiri, bukan sekadar cetakan pesanan pembelian.
- Buka Pembelian › Pesanan Pembelian, lalu buat pesanan baru berisi daftar barang.
- Bila diperlukan, terbitkan surat pesanannya dan cetak.
- Setelah barang datang, catat penerimaannya sebagai faktur pembelian.
Faktur pembelian dan pembayaran bertahap
Faktur pembelian mencatat barang yang benar-benar diterima beserta harga belinya — angka inilah yang kemudian dipakai menghitung laba kotor penjualan. Faktur dengan termin dapat dibayar bertahap, dan setiap pembayaran tercatat pada faktur yang sama.
Sisa utang ke tiap pemasok terbaca dari ikhtisar pembelian, tanpa perlu menjumlahkan faktur satu per satu.
Retur pembelian dan credit note
Barang yang dikembalikan ke pemasok dicatat sebagai retur pembelian. Stoknya berkurang, dan nilainya menjadi credit note — saldo yang bisa dipakai untuk mengurangi pembayaran faktur berikutnya kepada pemasok yang sama.
Dengan begitu pengembalian barang tidak pernah berakhir sebagai catatan di kertas yang harus diingat saat faktur berikutnya jatuh tempo.
- Buka Pembelian › Retur, lalu buat retur dari faktur pembelian yang bersangkutan.
- Pilih barang dan jumlah yang dikembalikan.
- Pakai saldo credit note yang terbit saat membayar faktur berikutnya.
Lanjut ke
Masih ada yang belum jelas?
Kirim pertanyaannya ke tim kami — jawabannya bisa jadi bagian berikutnya di halaman ini.